29 November 2011

Catatan-Catatan Kecil

Komentar ada... 3
menepilah kenangan
menanak rindu yang riuh
persimpangan luka melambai penuh daya
di tepilah setia
teranyam penuh mistik
mencakar-cakar malam

21:01:40
12/11/2011

ada jejakmu dalam pagi
bunuh gigil pada tirakatku
deraskan cahaya di cela bibir embun
dan aku masih diselasar pagi
menunggumu diam-diam memakiku

06:35:41
13/11/2011

dan luka menyayangi kita
karena ada esok
senyum menanti disana dengan unik

07:39:58
13/11/211

aku adalah sejarah yang kau pungkiri adanya
08:39:21
13/11/2011

bergegas bayangmu dalam tiada

13:25:46
14/11/2011

menghimpit malam pada lelap
yang malu-malu bertamu
dan lelapmu, buatku mengiri

23:55:03
16/11/2011

ruas-ruas rindu
berkejaran pada tarian dedaunan
memanggil dirimu
dengan segala daya magis yang lembut

09:24:36
17/11/2011

pada sebuah bangunan tua
cinta mulai membiak dalam kabut
kabut-kabut itu berhamburan
selimuti cahaya hingga redup
membilang air matanya yang meruah
senyap kembali memahat

09:33:23
17/11/2011

aku adalah rangkaian rindumu

09:39:57
17/11/2011

pagi yang lelah
merias belulang yang bertengger di raga
remuk sebelum membacai namamu

06:09:17
18/11/2011

kulihat pagi menyapa tergesa
kisahkan kemarin yang eksotik
meski ada potongan-potongan sajak
yang tak seutuhnya terkisahkan

06:43:49
18/11/2011

kian lekatlah bayangmu di peluk gerimis
membaca risau yang berlalu lintas di pikiranku

15:06:02
18/11/2011

3 Komentar: